KONSEP,TEKNIK,DAN PROSEDUR DALAM BERKARYA TARI KREASI
KONSEP, TEKNIK, DAN PROSEDUR DALAM BERKARYA TARI KREASI
Konsep Karya Tari Kreasi
Karya adalah sebuah produk dari masyarakat. Didalam karya tari akan tercermin budaya masyarakat penyangganya salah satunya tari nelayan, tari berburu, tari metik teh. Dari pengamatan itu seperti tari nelayan terlahir dari masyarakat pelaut dan tari tani lahir dari masyarakat petani. Tari tersebut tercipta oleh para seniman dengan stimulus lingkungan sekitarnya, sehingga mendorong untuk meniru gerak alami, selanjutnya diolah dengan “digayakan” untuk menjadi sebuah tari.
Proses pengolahan gerak itu dilakukan dengan cara penggayaan untuk memperindah (stilatif) atau bisa juga dengan merombak gerak sehingga berbeda dari gerak asalnya (distortif). Tari bisa terlahir dari peniruan atau iniatif, sama halnya dengan tari merak dari Sunda dan Tari cendrawasih dari Bali yang tercipta oleh seniman karena keterkaitan pada keindahan dan perilaku binatang tersebut. Sumber penciptaan berkarya tari yaitu peniruan terhadap perilaku manusia dan peniruan perilaku binatang yang digayakan atau diperindah untuk tari.
Tari tercipta karena berbagai asal stimulus (penglihatan, pendengaran, perasaan) yang tercurahkan dalam bentuk tari dengan konsep : 1) peniruan terhadap perilaku alam, manusia, dan binatang 2) perwujudan tokoh cerita 3) mengacu lagu atau guru lagu.
Terdapat hal umum mengenai tari yang medianya gerak yaitu memiliki tenaga, ruang dan waktu. Masih ingatkah konsep tenaga, ruang, dan waktu dalam tari? Komposisi/perpaduan ruang, tenaga dan waktu yang dikelola pencipta dalam berkarya tari akan menumbuhkan tata tari yang unik.Penafsiran yang berbeda terhadap peristiwa alam dan tokoh dalam sebuah cerita melahirkan gaya tari yang berlainan.
Teknik Berkarya Tari Kreasi
Teknik dan proses gerak tari tradisional bermacam-macam. Beruntunglah Indonesia memiliki keetnikan tari yang berbeda-beda setiap daerahnya. Pemahaman dan pengalaman terhadap teknik gerak tari kreasi adalah dasar untuk mengeksplorasi macam teknik gerak yang dapat dirangkai menjadi sebuah tarian. Sebagi contoh tari Bali berbeda dengan tari Jawa, nilai keindahannya pun berbeda. Teknik gerak dasar ini terdiri dari : gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, dan gerak kaki. Dari keempat ini kalian dapat mengembangkan dan menerapkan menjadi sebuah kesatuan tarian yang utuh.
Teknik gerak kepala
Teknik gerak badan
Teknik gerak tangan
Teknik gerak kaki
Prosedur Merangkai Gerak Tari Kreasi
Menurut Hawkins, 2003 dalam bukunya yang berjudul “Creating through the Dance” sebenarnya kamu telah membuat sebuah karya tari yang secara teoritis mengikuti langkah dan kaidah proses penciptaan tari.
Eksplorasi
Pengalaman melakukan penjajakan gerak, untuk menghasilkan teknik gerak. Kegiatan ini setiap individu dipersilahkan untuk berimajinasi dan melakukan penafsiran gerak terhadap apa yang dilihat dan didengar.
Improvisasi
Pengalaman secara spontanitas mencoba atau mencari kemungkinan teknik gerak yang telah diperoleh pada waktu eksplorasi. Setiap teknik gerak yang dihasilkan selanjutnya dikembangkan dari aspek tenaga ruang dan waktu
Evaluasi
Pengalaman untuk menilai dan menyeleksi teknik gerak yang telah dihasilkan pada tahap improvisasi. Hasil inilah yang akan digarap pada tahap komposisi tari
Komposisi
Tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang kamu temukan.
Konsep Karya Tari Kreasi
Karya adalah sebuah produk dari masyarakat. Didalam karya tari akan tercermin budaya masyarakat penyangganya salah satunya tari nelayan, tari berburu, tari metik teh. Dari pengamatan itu seperti tari nelayan terlahir dari masyarakat pelaut dan tari tani lahir dari masyarakat petani. Tari tersebut tercipta oleh para seniman dengan stimulus lingkungan sekitarnya, sehingga mendorong untuk meniru gerak alami, selanjutnya diolah dengan “digayakan” untuk menjadi sebuah tari.
Proses pengolahan gerak itu dilakukan dengan cara penggayaan untuk memperindah (stilatif) atau bisa juga dengan merombak gerak sehingga berbeda dari gerak asalnya (distortif). Tari bisa terlahir dari peniruan atau iniatif, sama halnya dengan tari merak dari Sunda dan Tari cendrawasih dari Bali yang tercipta oleh seniman karena keterkaitan pada keindahan dan perilaku binatang tersebut. Sumber penciptaan berkarya tari yaitu peniruan terhadap perilaku manusia dan peniruan perilaku binatang yang digayakan atau diperindah untuk tari.
Tari tercipta karena berbagai asal stimulus (penglihatan, pendengaran, perasaan) yang tercurahkan dalam bentuk tari dengan konsep : 1) peniruan terhadap perilaku alam, manusia, dan binatang 2) perwujudan tokoh cerita 3) mengacu lagu atau guru lagu.
Terdapat hal umum mengenai tari yang medianya gerak yaitu memiliki tenaga, ruang dan waktu. Masih ingatkah konsep tenaga, ruang, dan waktu dalam tari? Komposisi/perpaduan ruang, tenaga dan waktu yang dikelola pencipta dalam berkarya tari akan menumbuhkan tata tari yang unik.Penafsiran yang berbeda terhadap peristiwa alam dan tokoh dalam sebuah cerita melahirkan gaya tari yang berlainan.
Teknik Berkarya Tari Kreasi
Teknik dan proses gerak tari tradisional bermacam-macam. Beruntunglah Indonesia memiliki keetnikan tari yang berbeda-beda setiap daerahnya. Pemahaman dan pengalaman terhadap teknik gerak tari kreasi adalah dasar untuk mengeksplorasi macam teknik gerak yang dapat dirangkai menjadi sebuah tarian. Sebagi contoh tari Bali berbeda dengan tari Jawa, nilai keindahannya pun berbeda. Teknik gerak dasar ini terdiri dari : gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, dan gerak kaki. Dari keempat ini kalian dapat mengembangkan dan menerapkan menjadi sebuah kesatuan tarian yang utuh.
Teknik gerak kepala
Teknik gerak badan
Teknik gerak tangan
Teknik gerak kaki
Prosedur Merangkai Gerak Tari Kreasi
Menurut Hawkins, 2003 dalam bukunya yang berjudul “Creating through the Dance” sebenarnya kamu telah membuat sebuah karya tari yang secara teoritis mengikuti langkah dan kaidah proses penciptaan tari.
Eksplorasi
Pengalaman melakukan penjajakan gerak, untuk menghasilkan teknik gerak. Kegiatan ini setiap individu dipersilahkan untuk berimajinasi dan melakukan penafsiran gerak terhadap apa yang dilihat dan didengar.
Improvisasi
Pengalaman secara spontanitas mencoba atau mencari kemungkinan teknik gerak yang telah diperoleh pada waktu eksplorasi. Setiap teknik gerak yang dihasilkan selanjutnya dikembangkan dari aspek tenaga ruang dan waktu
Evaluasi
Pengalaman untuk menilai dan menyeleksi teknik gerak yang telah dihasilkan pada tahap improvisasi. Hasil inilah yang akan digarap pada tahap komposisi tari
Komposisi
Tujuan akhir mencari gerak untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak yang kamu temukan.






Komentar
Posting Komentar